Keutamaan Ilmu atas Harta

📑 Berkata Imam *Ibnul Qoyyim* _rahimahullah_ dalam kitab *_Miftah Daris Sa’adah_*:

💠 *Keutamaan ilmu atas harta bisa diketahui dari beberapa sisi diantaranya:*

✅⏭ Ilmu merupakan warisan para Nabi, dan harta merupakan warisan para raja dan hartawan.

✅⏭ Ilmu menjaga pemiliknya, dan pemilik harta menjaga hartanya.

✅⏭ Harta berkurang dengan pemberian, dan ilmu bertambah dengan pemberian.

✅⏭ Pemilik harta kalau meninggal dunia berpisah dengan hartanya, dan ilmu masuk ke kuburan bersama pemiliknya.

✅⏭ Ilmu menghakimi harta, dan harta tidak bisa menghakimi ilmu.

✅⏭ Harta ada pada orang yang beriman dan kafir, orang baik dan buruk, sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak ada kecuali pada orang yang beriman.

✅⏭ Pemilik ilmu membutuhkannya para raja dan orang-orang yang di bawahnya, dan pemilik harta tak lain membutuhkannya orang-orang yang tidak punya dan tidak mampu saja.

✅⏭ Jiwa menjadi mulia dan suci dengan mengumpulkan ilmu -hal ini dikarenakan kesempurnaan dan kemuliyaan ilmu- , adapun harta tidak menyucikannya, tidak menyempurnakannya, tidak pula menambah sifat kesempurnaan, bahkan jiwa menjadi rendah, kotor, dan bakhil dengan mengumpulkannya dan tamak padanya, maka ketamakan terhadap ilmu adalah kesempurnaan ilmu itu sendiri dan ketamakan terhadap harta merupakan kekurangan harta itu sendiri.

✅⏭ Harta menyeru ke perbuatan melampaui batas, berbangga-bangga dan bermegah-megahan, sedangkan ilmu menyeru ke perbuatan merendahkan diri dan penghambaan, dan harta menyeru ke sifat para raja sedangkan ilmu menyeru ke sifat para hamba.

✅⏭ Ilmu menarik dan menghantarkan makhluk ke kebahagiaan yang dia diciptakan karenanya, dan harta menghalangi makhluk dari kebahagiaannya.

✅⏭ Cinta ilmu dan penuntutannya asal dari semua ketaatan, dan cinta dunia dan harta serta penuntutannya asal dari semua kejelekan.

✅⏭ Harga diri orang yang kaya dinilai dari hartanya, dan dia tegak dengan hartanya, maka jika hilang hartanya hilang pula harga dirinya, sedangkan harga diri orang yang berilmu dinilai dari ilmunya dan selalu ada, bahkan bertambah dengan berlipat ganda.

✅⏭ Tidaklah seseorangpun mentaati Allah kecuali dengan ilmu, dan kebanyakan yang memaksiati Allah, tak lain memaksiati-Nya dengan harta.

✅⏭ Orang yang berilmu menyeru manusia kepada Allah dengan ilmunya dan keadaannya, dan orang yang berharta menyeru manusia ke dunia dengan keadaannya dan hartanya.

✅⏭ Kaya harta kebanyakannya merupakan sebab kebinasaan pemiliknya, dan sesungguhnya itu perkara yang dicintai jiwa, maka jika jiwa melihat orang yang mengutamakan perkara yang dicintai dari dirinya, maka dia akan mengusahakan dalam kebinasaannya, seperti kenyataan yang ada. Adapun kaya ilmu sebab kehidupan seseorang dan kehidupan selainnya, dan manusia jika melihat orang yang menuntut dan mengutamakan ilmu atas mereka, maka mereka mencintainya, melayaninya dan memuliyakannya.

✅⏭ Harta akan dipuji pemiliknya dengan mengosongkan dan mengeluarkannya, dan ilmu dipuji dengan berhias dan bersifat dengannya.

✅⏭ Orang yang kaya harta harus berpisah dengan kekayaannya, maka dia tersiksa dan tersakiti ketika berpisah dengannya, orang yang kaya ilmu tidak akan sirna ilmu itu darinya, sehingga dia tidak tersiksa dan tersakiti, maka kelezatan kaya harta terputus, sirna dan berakibat kepedihan, sedangkan kelezatan kaya ilmu tetap ada, terus menerus dan tidak berakibat kepedihan.

📚 *_(Miftah Daris Sa’adah 1/418-421)_*

Batasan Jumlah Peserta Iuran Dalam Berkurban

Segala puji bagi Allohu ta’ala sholawat serta salam bagi Rosululloh, keluarganya dan sahabatnya, amma ba’du.
Ikhwani fillah yang semoga dirahmati Allohu ta’ala, tidak semua binatang bisa dijadikan hewan kurban, binatang yang boleh dijadikan sebagai hewan kurban adalah hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing/domba, hal ini berdasarkan firman Allohu ta’ala:
ليذكروا اسم الله على ما رزقكم من بهيمة الأنعام
Agar mereka menyebut nama Alloh terhadap binatang ternak yang telah direzkikan kepada mereka. Q.S al-Hajj 34.
Para ulama telah berijma’ bahwa hewan kurban yang sah  adalah binatang ternah. ( shohih fiqh sunnah 2/369 )
Adapun rincianya adalah sebagai berikut;
1⃣ Batasan iuran kurban kambing.

satu ekor kambing cukup untuk satu orang dan anggota keluarganya, berdasarkan hadits dari Abu Ayyub – rodhiyallohu anhu – beliau berkata :
كان الرجل في عهد رسول الله يضحى بالشاة عنه و أهل بيته، فيأكلون و يطعمون.
Dulu dijaman Rosululloh -alaihis sholatu was salam- ada seorang laki – laki yang berkurban dengan satu ekor kambing untuk dirinya dan anggota keluarganya, kemudian mereka memakanya dan membagikannya”. H.R Tirmidzi 1509 dan

dia menshohihkanya, dan ibnu majah 3147.

Satu ekor kambing lebih utama dari satu ekor unta atau sapi untuk 7 orang. ( Mulakhos Fiqh 1/324 )
Syaikh ibnu Utsaimin dalam syarhul mumti’ 07/464 mengatakan : “Keikut sertaan dalam pahala tidak ada batasannya, karena Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkuran atas nama semua ummatnya, dan seorang laki-laki berkurban dengan satu ekor kambing untuk dirinya dan anggota keluarganya, meskipun jumlah mereka seratus orang”.
2⃣ Batasan iuran kurban sapi.
Satu ekor sapi bisa untuk berkurban untuk 7 orang.
Telah diketahui bahwa

Rosululloh -alaihis sholatu was salam- dan para sahabatnya berkurban dengan satu ekor sapi dan unta, jumhur ulama membolehkan berkurban dengan satu ekor sapi atau satu ekor unta untuk 7 orang, dan itu cukup bagi mereka, berdasarkan hadits dari sahabat Jabir bin Abdullah –radhiyallahu ‘anhu- ia berkata:
نحرنا مع رسول الله صلى الله عليه و سلم عام الحديبية البدنة عن سبعة و البقرة عن سبعة.
“Kami berkurban bersama Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada tahun perjanjian Hudaibiyah dengan satu ekor badanah (unta gemuk) untuk tujuh orang, dan satu ekor sapi juga untuk tujuh orang”. H.R muslim 1318. ( Shohih fiqh sunnah 2/329 ).
3⃣ Batasan iuran kurban unta.
Adapun unta ada perbadaan ulama dalam jumlah maximal  bolehnya berserikat dalam berkurban unta, menjadi 2 pendapat.
1. Satu ekor unta untuk 7  orang.
2. Satu ekor unta boleh untuk 10 orang.

1. Adapun jumhur ulama ( mayoritas ulama ) berpendapat bolehnya 7 orang berserikat dalam kurban sapi dan unta, ini cukup bagi mereka, berdasarkan dalil dari sahabat Jabir bin Abdullah –radhiyallahu ‘anhu- ia berkata:
نحرنا مع رسول الله صلى الله عليه و سلم عام الحديبية البدنة عن سبعة و البقرة عن سبعة
“Kami berkurban bersama Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada tahun perjanjian Hudaibiyah dengan seekor badanah (unta gemuk) untuk tujuh orang, dan seekor sapi juga untuk tujuh orang”. HR muslim 1318.( shohih fiqh sunnah 2/329 )
2. Ishaq ibnu Khuzaimah dan yang lainya bahwa badanah ( unta yg gemuk ) cukup untuk 10 orang, berdasarkan hadits ibnu abbas – rodhiyallohu anhu – ia berkata :
كنا مع رسول الله في سفر فحضر الأضحى، فاشتركنا في البقرة سبعة و في البعير عشرة
Kami pernah safar bersama Rosululloh – alaihis shlatu was salam- kemudian hari raya idul adha tiba, maka kami berserikat dalam kurban sapi unta 7 orang dan unta untuk 10 orang.
Imam Syaukani berkata : Seekor badanah ( unta yang gemuk ) cukup untuk 10 orang dalam udhiyah (kurban), dan 7 orang dalam had (kurban bagi jamaah haji). untuk menjamak 2 dalil (yg seolah-olah kontradiktif, pent).
Jumhur ulama ( mayoritas ulama ) membatasi hanya 7 orang saja, karena mereka mengkiaskan kurban dengan had.
Guru kami ( syaikh Albani ) berkata : jika shohih hadits ini maka perkataan ini adalah perkataan yg diada – adakan, karena haditsnya telah jelas dalam bab ini, akan tetapi jiwaku menyatakan ada sesuatu didalamnya, karena Husain bin Waqid menyendiri dalam periwayatan hadits ini, meskipun dia orang yg tsiqoh ( kuat hafalanya, bisa diterima haditsnya, pent ) – secara global -, akan tetapi Imam Ahmad berkata mengenai dirinya : Dalam haditsnya ada tambahan dan aku tidak tau apa itu.
Aku katakan ( Abu malik kamaal ibnu sayid saalim pengarang fiqh sunnah ) hadits ibnu abbas dikuatkan oleh hadits Rofi’ ibnu Khodij, dia berkata :
كان النبي صلى الله عليه و سلم يجعل قسم الغنائم عشرا من الشاء ببعيرا
Nabi Muhammad pernah membagikan harta rampasan perang berupa seekor unta untuk 10 orang
( Shohih fiqh sunnah 2 hal 369-370 ).
💎 Kesimpulan

1. Hewan yang boleh dikurbankan hanyalah kelompok hewan ternak, seperti unta, sapi, kambing/domba.
2. Boleh berkurban dengan seekor kambing untuk diri sendiri dan keluarganya.
3. Boleh berkurban dgn seekor sapi untuk 7 orang.
4. Boleh berkurban dgn seekor unta untuk 7 orang atapun 10 orang
📚 Sumber :

– Mulakhos fiqh Syaikh Fauzan

– Syarhul mumti’  Syaikh Utsaimin

– Shohih fiqh sunnah Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayid Salim.
📝 Ditulis oleh

Abu Muadz Indrajad

Bolehkah memotong rambut dan kuku ketika akan berkurban?

✉ pertanyaan.
Apakah diperbolehkan bagi seseorang yg hendak berkurban untuk mencukur rambutnya dan memotong kukunya?
📝 jawaban.
Puji syukur kepada Allohu ta’ala
syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata :
apabila seseorang hendak berkurban dan bulan dzulhijah telah tiba baik dengan cara ru’yatul hilal ( melihat bulan ) atau dengan menyempurnakan bilangan bulan dzulqo’dah menjadi 30 hari, maka diharamkan bagi orang yang hendak berkurban mencukur rambut atau memotong kuku atau mencukur bulu – bulu yang ada dikulit, sampai dia menyembelih binatang kurban miliknya, hal ini berdasarkan hadis dari ummu salamah rodhiyallohu anha bahwasanya Rosulluloh alaihis sholatu was salam berkata :
: ” إذا رأيتم هلال ذي الحجة ، وفي لفظ : ” إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره “. رواه أحمد ومسلم ، وفي لفظ : ” فلا يأخذ من شعره وأظفاره شيئاً حتى يضحي ” ، وفي لفظ : ” فلا يمس من شعره ولا بشره شيئاً
apabila kalian telah melihat hilal (bulan sabit yg menunjukan telah masuknya bulan baru dalam penanggalan hijriyah ) bulan dzulhijah, dan disebutkan dalam sebuah lafadz, apabila kalian telah memasukan sepuluh hari pertama (didalam bulan dzulhijah) dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka hendaknya di menahan dirinya untuk tidak memotong sedikipun dari rambutnya dan kukunya. HR imam ahmad   ( 26696 ) 6 / 311 dan imam muslim ( 1977 ) 3 / 1565. dan disebutkan dalam sebuah riwayat : maka hendaknya dia tidak mengambil (memotong) sesuatupun dari rambut dan  kukunya sampai dia menyembelih hewan kurbanya, dan disebutkan dalam riwayat yang lain : maka hendaknya orang yg hendak berkurban untuk tidak menyentuh (mencukur) sesuatu apapun dari rambut dan kulitnya.
akan tetapi apabila sesorang berniat untuk berkurban dipertengan 10 hari pertama dibulan dzulhijah maka hendaknya dia menahan dirinya dari perkara itu ( mencukur rambut atau memotong kuku ) dan tidak ada dosa baginya apabila dia terlanjur telah memotong kuku dan mencukur rambut sebelum niat.
hikmah dari larangan ini, bahwasanya ketika seseorang yang berkurban maka dia tergabung dengan orang yg berhaji disebagian amalan manasik haji yaitu mendekatkan diri kepada Allohu dengan cara menyembelih kurban, maka orang yg berkurban baginya sebagian kekhususan  seperti orang yang berihrom yaitu larangan mencukur rambut dan memotong kuku.
ini adalah hukum yg sifatnya khusus bagi orang yg berkurban, adapun kurban yg diatas namakan orang lain maka orang tersebut ( yg kurban diatas namakan untuknya ) tidak ada hubunganya dengan hal ini. karena Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa salam berkata :

: ” وأراد أحدكم أن يضحي ”
barang siapa yang hendak berkorban.
dan beliau tidak berkata :

أو يضحى عنه

atau kurban yang diatas namakan orang lain.

karena nabi Muhammad sholallohu alaihi wa salam pernah berkurban yang diatas namakan untuk keluarga beliau, dan tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rosululloh memerintahkan keluarganya untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku.
maka oleh sebab itu boleh bagi keluarga orang yang berkurban untuk mencukur rambut, bulu di kulit dan memotong kuku di sepuluh hari pertama dibulan dzulhijah.
dan apabila seseorang yg hendak berkurban ingin mencukur rambutnya, memotong kukunya maupun mencukur bulu kulitnya, maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Allohu dan tidak mengulangi hal tersebut, dan tidak ada kafaroh ( tebusan dosa ) baginya, dan hal tersebut tidak merintanginya untuk berkurban, seperti yg disangka oleh sebagian orang awam, dan apabila orang yg berkurban memotong kukunya, mencukur rambut atau bulu kulitnya karena lupa atau tidak tau, atau rambutnya rontok tanpa disengaja, maka dia tidak berdosa. dan apabila orang yg berkurban berhajat untuk memotong kuku, dan mencukur rambut atau bulu kulitnya maka diperbolehkan untuk mencukur atau memotongnya dan dia tidak berdosa, seperti kukunya patah dan patahan kuku itu menganggunya maka boleh untuk dipotong, atau rambutnya rontok diwajahnya maka boleh dihilangkan, atau dia butuh untuk memotong/mencukurnya untuk mengobati luka dan yg sejenisnya.
sumber = https://islamqa.info/ar/36567
📝alih bahasa

Abu Muadz Indrajad

Rekening Yayasan

bri

BRI No. Rekening: 0149-01-001030-56-3

a.n. Yayasan Majma’ Karima Karanganyar.

Konfirmasi Transfer SMS/WA ke 08179497234

atau

logo-bsm-baru-21

Bank Mandiri Syariah  No rek : 7081679422
A.n. Yayasan Majma Karima

 Konfirmasi Transfer SMS/WA ke 082136485512