Sholat Wajib di Bis

السؤال

أفيدكم أني أعمل لدى شركة ونظام عملنا ورديات , ولكن في فصل الشتاء عندما نذهب إلى الحافلة صباحا يكون قد دخل وقت الفجر بعد أن تنطلق الحافلة بفترة قصيرة وهذا يعني أن وقت صلاة الفجر يدخل ويخرج أثناء ما نكون في الحافلة, ولا نصل إلى مكان العمل إلا بعد طلوع الشمس .

السؤال :\ هل يجوز أن أصلي الفجر في الحافلة جالسا حفاظا على الوقت أم يجب أن لا أصلي جالسا في الحافلة وأنتظر حتى أصل ولو طلعت الشمس ؟

وجزاكم الله خيرا .
📩 Pertanyaan :
Saya ceritakan kepada anda. Saya bekerja disebuah perusahaan yang sistem jam kerja kami dimulai pagi hari. Tetapi di musim dingin, ketika kami berangkat menggunakan otobis di pagi hari, kadang – kadang waktu sholat subuh mulai masuk tidak lama setelah bis berangkat. Artinya waktu sholat shubuh dimulai dan berakhir ketika kami naik bis sementara kami tiba ditempat kerja hanya setelah matahari terbit.
Pertanyaan saya adalah: Apakah saya boleh sholat didalam bis dengan duduk agar kami tidak kehilangan waktu sholat,
ataukah tidak harus sholat di bis dengan duduk, sambil menunggu sampai tujuan sementara matahari sudah terbit?. Jazakalloh khoiron.

الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فيحسن تنبيهك على ما يلي:

أولا: عليك بذل الجهد أنت ومن معك من الركاب في سبيل إقناع سائق الحافلة بأن يتوقف بكم وتؤدون الصلاة في وقتها جماعة، وفي الغالب لا يمتنع السائقون عن مثل هذا، خصوصا أنكم في بلد تحترم فيه فرائض الله تعالى، فإن امتنع السائق أو القائمون على الشركة فبلغوا أمركم للجهات المختصة كالمحاكم وهيئة الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر.

ثانيا: فإن امتنع السائق المذكور وخشيت إذا نزلت وأديت الصلاة في وقتها حدوث مشقة من ذهاب الرفقة عنك أو خوف على نفسك ومالك، فتؤدي الصلاة في الحافلة، فإن أمكنك استقبال القبلة والقيام والركوع والسجود فحسن، وإلا، فصلِّ حسب استطاعتك.

ثالثا: ثم بعد نزولك تقوم بإعادة تلك الصلاة احتياطا، فهذا هو ما تستطيع، ولا يكلف الله نفسا إلا وسعها.

وقال تعالى: [فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ] (التغابن: 16).
وراجع الجوابين التاليين:  14833، 9766.

وراجع أيضا الجواب: 37409.

والله أعلم.

🚎 Jawab :

Puji syukur kepada Allah. Sholawat dan salam bagi Rosululloh, keluarga dan sahabat beliau.

Ada baiknya untuk anda perhatikan beberapa hal berikut :

1⃣ Anda dan para penumpang lain wajib berusaha agar driver mau menghentikan bis untuk melakukan sholat pada waktunya secara berjamaah. Secara umum untuk masalah seperti ini para driver tidak menolak, terlebih lagi anda tinggal di sebuah negara yang menghormati hak – hak Alloh. Apabila driver dan para pelaksana tugas perusahaan menolak, laporkan perkara anda kepada pihak – pihak yang berkompeten, seperti pengadilan dan lembaga amar ma’ruf nahi munkar.

2⃣ Apabila driver tersebut menolak, sementara anda khawatir akan terjadinya kesulitan apabila anda turun dari bis untuk mengerjakan sholat karena penumpang lain meninggalkan anda atau karena khawatir kondisi dan harta anda, maka anda boleh sholat di bis. Apabila anda bisa menghadap kiblat, berdiri, rukuk, dan sujud, maka inilah yang benar. Jika tidak bisa maka sholatlah sesuai kemampuan anda.

3⃣ Setelah anda turun, ulangilah sholat anda untuk kehati – hatian, karena inilah yang bisa anda lakukan, sementara Alloh hanya membebani orang yang mampu. Allohu ta’ala berfirman:

[فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ] (التغابن: 16).
” Bertakwalah kepada Allah menurut kemampuan kalian ”
(Surat At-Taghaabun : 16)

Allahu a’lam

📚 Sumber : http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=46043

🚌 Abu  Muadz 🚍

Beberapa masalah berkaitan dengan jenis-jenis mandi, apakah ia mencukupi untuk sholat dengan tanpa wudhu..??

 ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ : ﻟﻢ ﻳﺨﺘﻠﻒ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺃﻥ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺩﺍﺧﻞ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﻐﺴﻞ، ﻭﺃﻥ ﻧﻴﺔ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﺗﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﺍﻟﺤﺪﺙ ﻭﺗﻘﻀﻲ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻷﻥ ﻣﻮﺍﻧﻊ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻣﻮﺍﻧﻊ ﺍﻟﺤﺪﺙ، ﻓﺪﺧﻞ ﺍﻷﻗﻞ ﻓﻲ ﻧﻴﺔ ﺍﻻﻛﺜﺮ، ﻭﺃﺟﺰﺃﺕ ﻧﻴﺔ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻋﻨﻪ .

🍁 orang yang telah mandi janabah bisa langsung sholat tanpa harus wudhu.

Berkata Ibnu Al-aroby rohimahullah :

” Tidak ada perselisihan di kalangan ulama bahwa taharoh dengan wudhu itu masuk di bawah taharoh dengan mandi besar, niat untuk melakukan taharah karena janabah sudah masuk di dalamnya taharoh untuk hadast kecil, & taharoh janabah sudah memback up taharah karena hadast kecil, karena penghalang yang ada disebabkan oleh janabah lebih banyak ketimbang penghalang yang terdapat karena sebab hadast kecil, jadi, niat taharah karena hadast kecil sudah masuk dalam niat taharah karena janabah, dan taharah karena janabah ini sudah mencukupi taharah karena hadast (sehingga ga butuh wudhu lagi setelah mandi janabah).”

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺨﺮﺷﻲ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺧﻠﻴﻞ : ﻓﺈﻥ ﺍﻗﺘﺼﺮ ﺍﻟﻤﺘﻄﻬﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺃﺟﺰﺃﻩ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ، ﺃﻣﺎ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻼ ﻳﺠﺰﺉ ﻋﻦ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ، ﻭﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﺼﻼﺓ . ﺍﻧﺘﻬﻰ

🍁 orang yang melakukan mandi janabah, mencukupi baginya untuk langsung solat, namun mandi yang lain (selain janabah) tidaklah mencukupi, & harus melakukan wudhu terlebih dahulu.

Berkata Al-Khorsyi. rohimahullah dalam kitab Mukhtasor kholil :

” Jika seorang yang bersuci mencukupkan diri hanya dengan mandi saja tanpa melakukan wudhu, itu sudah mencukupinya, ini jika mandinya adalah mandi wajib (janabah), adapun mandi yang lain selain mandi janabah (mandi jumat, mandi biasa, mandi untuk mendinginkan diri) tidak bisa menjadi pengganti wudhu/tidak mencukupinya, dan ia harus berwudu terlebih dahulu jika hendak solat.”

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻭﻻ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﺿﺄ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻐﺴﻞ ، ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺣﺼﻞ ﻧﺎﻗﺾ ﻣﻦ ﻧﻮﺍﻗﺾ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺃﻭ ﺑﻌﺪﻩ، ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﺿﺄ ﻟﻠﺼﻼﺓ، ﻭﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺤﺪﺙ ﻓﺈﻥ ﻏﺴﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﻳﺠﺰﺉ ﻋﻦ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺳﻮﺍﺀ ﺗﻮﺿﺄ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺃﻡ ﻟﻢ ﻳﺘﻮﺿﺄ.

🍁 jika ada pembatal wudhu di tengah proses mandi, atau setelah mandi

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah berkata :

” Tidak ada kewajiban bagi seseorang yang mandi janabah untuk berwudhu lagi setelahnya, kecuali jika ada salah satu pembatal dari pembatal-pembatal wudhu di tengah prosesi mandi atau setelahnya, ketika itu terjadi, maka wajib baginya untuk berwudu jika hendak solat, namun jika tidak didapati pembatal wudhu, mandi janabah yg ia lakukan sudah mencukupi dari wudhu, entah ia sudah wudhu terlebih dahulu sebelum mandi janabah ataukah belum.”

🍂 Kesimpulan :

1. Mandi janabah bisa mewakili wudhu, orang yang melakukan mandi janabah kmudian hendak solat, tidak butuh lagi baginya untuk berwudhu.

2. Mandi yang bisa mewakili wudhu ini hanyalah mandi janabah saja, tidak untuk mandi yg lain.

3. Jika terjadi adanya salah satu pembatal wudhu di tengah mandi atau setelahnya, wajib untuk berwudu ketika hendak solat.

Wallahu a’lam

📙 :
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=128234

# Setyawan Tugiyono #

Sering Safar, Masihkah Mendapat Rukhshoh Safar

Sering Safar, Masihkah Mendapat Rukhshoh Safar 🚛🚚

السؤال : من كان سفره دائماً هل يترخص برخص السفر ؟؟؟

🚚 Pertanyaan : Seseorang sering melakukan safar ( bepergiaan jauh), apakah masih mendapatkan rukhshah ( keringanan) ketika safar ? 🚚

الجواب : قصر الصلاة متعلق بالسفر فما دام الإنسان مسافراً فإنه يشرع له قصر الصلاة سواء كان سفره نادراً أم دائماً إذا كان له وطن يأوي إليه ويعرف أنه وطنه ..”انتهى

🚍Jawaban : Mengqoshor sholat berhubungan dengan safar. Selama seseorang masih musafir ( orang yang bepergian jauh ) maka tetap disyariatkan baginya mengqoshor sholat, baik safarnya jarang maupun sering apabila dia memiliki sebuah tempat tinggal yang dia tempati dan diketahui bahwa tempat tersebut adalah tempat tinggalnya. Selesai …🚍

📔 مجموع فتاوى و رسائل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله📔

📋 Majmu’ Fatawa dan Rosail Asy-Syaikh Muhammad Bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah. 📋

🌈 Alih Bahasa : Abu Abdillah Purwoko S.Pd.

Penerimaan Tahfidzul Qur’an PP Al Karimah TA 2017/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu Wa Ta’ala

Telah dibuka:

Pendaftaran Penerimaan Santri Baru

Program TAHFIZHUL QUR’AN  (Setingkat SMP)
Khusus Putra

Pondok Pesantren Al Karimah Karanganyar – Solo

🕌 Alamat:
Jl. Karanganyar-Jatipuro, Ds. Krakal Arum Rt 05 Rw 12, Jungke Karanganyar
(sekitar 200m utara Pom Bensin Lalung)

✅ Pembina:
Al Ustadz Muhammad  Na’im, LC
✅ Staf Pengajar :
🔹Asatidz Alumni Ma’had dari Timur Tengah dan Indonesia
🔹Alumni Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta, berkualifikasi S1 dan S2
🔹Mahasiswa KJJ- Universitas Muhammad Ibnu Su’ud Arab Saudi

📚 Target Kelulusan:
🔹Mampu mengahafal Al Qur’an 30 Juz / Hafizh
🔹Beraqidah Shohihah Ahlussunnah Wal Jama’ah
🔹Menjadi pemuda muslim yang memiliki Akhlaqul Karimah
🔹Menguasai kaidah Bahasa Arab baik lisan maupun tulisan
🔹Mendapatkan ijazah setingkat SMP / Sederajat

🔐 Syarat Pendaftaran:
🔹Lulus SD/MI/Sederajat
🔹Bisa baca tulis dengan baik dan benar
🔹Menyerahkan FC Akta Kelahiran dan KK @2 lembar

⏰ Waktu Pendaftaran:
Senin – Kamis : Jam 07.30 – 14.00
Jum’at : jam 07.30 – 13.00

Gelombang I
Pendaftaran : 9 Januari – 3 Maret 2017
Daftar Ulang: 6 Maret – 17 Mei 2017
Gelombang II
Pendaftaran : 20 Maret – 12 Mei 2017
Daftar Ulang: 15 Mei – 26 Mei 2017
* Gelombang I akan ditutup jika kuota sudah terpenuhi

✅ Prosedur Pendaftaran:
🔹Calon Santri diantar Orang Tua/ Wali
🔹Mengikuti tes baca dan hafalan Al Qur’an
🔹Membayar uang  Pendaftaran Rp. 100.000,-
🔹Mengisi Formulir Pendaftaran

💰 Biaya Pendidikan:
🔹Uang Gedung : Rp. 1.000.000,-
🔹Uang Sarpras: 750.000,-
🔹Syahriyah bulanan /SPP bulan Juli 2017 : Rp. 500.000,-
🔹Seragam (3 stel): Rp. 450.000,-

Total Biaya Masuk: Rp. 2.700.000,-

🚗 Tempat Pendaftaran :
Gedung Ponpes Al Karimah Karanganyar
Pendaftaran menggunakan System One Day Service (satu hari selesai)

📞 Contact Person:
Ustadz Abu Faqih Fajri: 0852.5766.3542
Eko Widiyanto: 0857.2848.5711
Telp: 0271-6492111

Ketika hendak sholat, tapi di depan masjid ada kuburannya

Ketika hendak sholat, tapi di depan masjid ada kuburannya

 

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﺧﺎﺭﺝ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻧﺖ ﻋﻦ ﻳﻤﻴﻨﻪ ﺃﻭ ﺷﻤﺎﻟﻪ ﺃﻭ ﺃﻣﺎﻣﻪ ﻓﺈﻥ ﺫﻟﻚ ﻻ ﻳﺆﺛﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻴﻪ ﻭﺻﺤﺘﻬﺎ، ﻭﺟﺪﺍﺭ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻛﺎﻑ ﻟﻠﻔﺼﻞ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﻘﺒﺮﺓ .

ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﺩﺍﺧﻞ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﺇﻥ ﺣﻮﻁ ﺑﺠﺪﺍﺭ ﻓﻼ ﺗﺸﺮﻉ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻴﻪ.

 

Jika kuburannya berada di luar masjid, entah di sisi kanannya, atau kirinya, ataukah di depannya, kesemuanya itu tidaklah mempengaruhi adanya pelaksanaan solat di masjid tersebut, dan tidaklah pula mempengaruhi keabsahan solat di dalamnya,

Cukuplah dinding masjid menjadi pembatas antara masjid tersebut dengan kuburan, adapun jika kuburannya berada di dalam masjid, walaupun kuburan tersebut dikelilingi dengan dinding tersendiri, maka yang seperti ini tidak dibolehkan untuk dilaksanakan solat di dalamnya.

http://fatwa2.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=27410?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=27410

Dalam kesempatan lain Asy-Syaikh Bin Baz rohimahullah berkata :

 

ﻻ ﺣﺮﺝ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻴﻬﺎ ﻛﺎﻓﻴﺔ ﻣﺎ ﺩﺍﻡ ﺍﻟﻤﻘﺒﺮﺓ ﺧﺎﺭﺝ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﺑﻴﻨﻬﺎ ﻭﺑﻴﻨﻪ ﺣﺎﺟﺰ ﺳﻮﺭ، ﺑﻴﻨﻬﺎ ﻭﺑﻴﻨﻪ ﻭﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻟﻪ ﺳﻮﺭ ﺧﺎﺭﺝ ﺍﻟﻤﻘﺒﺮﺓ ﻓﻼ ﺣﺮﺝ، ﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪﺍﻣﻪ ﺍﻟﻤﻘﺒﺮﺓ ﻣﺤﺠﻮﺯﺓ ﻭﻣﺴﻮﺭﺓ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ، ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ، ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ، ﺃﻣﺎ ﻛﻮﻧﻬﺎ ﻣﻘﺒﺮﺓ ﺧﺎﺭﺟﻴﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻣﺤﺠﻮﺯ ﻋﻨﻬﺎ ﻓﻼ ﻳﻀﺮ ﺫﻟﻚ.

 

” Tidak mengapa hukumnya solat di masjid tersebut, dan solatnya mencukupi, selagi kuburannya berada di luar masjid, dan terdapat antara keduanya (masjid & kuburan) sebuah pembatas berupa dinding tembok, antara masjid dan kuburan ada dinding pembatas di luar kuburan, tidak mengapa yang seperti ini,

Maksudnya ialah, masjid yg ada di depannya kuburan, kuburannya terbatasi & terkelilingi dinding, yang seperti ini tidaklah masalah alhamdu lillah,,

Yang tidak diperbolehkan itu jika kuburannya di dalam masjid, inilah bentuk kemungkaran, adapun jika perkara kuburannya di luar masjid dan dikelilingi oleh pembatas, hal ini tidaklah mengapa.”

https://binbaz.org.sa/noor/11976

Wallahu a’lam

 

# Setyawan Tugiyono #

Hukum musafir mengimami makmum mukim

Hukum musafir mengimami makmum mukim

السؤال : إمامة المسافر للمقيم ؟؟؟

Pertanyaan :

Apakah seorang musafir boleh  menjadi imam bagi muqim(penduduk setempat) ?

الجواب : يجوز للمسافر أن يكون إماماً للمقيمين، وإذا سلم يقوم المقيمون فيتمون الصلاة بعده ولكن ينبغي للمسافر الذي أم المقيمين أن يخبرهم قبل الصلاة فيقول لهم إنا مسافرون فإذا سلمنا فأتموا صلاتكم، ولأن النبي صلى الله عليه وسلم صلى بمكة عام الفتح وقال لهم : ( أتموا يا أهل مكة فإنا قوم سفر ) فكان يصلي بهم ركعتين وهم يتمون بعده ..
Jawaban :

Seorang musafir boleh menjadi imam bagi orang-orang yang muqim (penduduk setempat),  apabila imam musafir telah salam (imam musafir mengqosor sholat) maka makmum muqim berdiri untuk menyempurnakan shalat, tetapi sebelum sholat, sebaiknya seorang musafir yang mengimami makmum muqim memberitahu mereka dengan berkata : ” Kami adalah musafir. Apabila kami telah salam maka sempurnakanlah sholat kalian!” karena Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam pernah sholat di Makkah pada tahun penaklukan kota Makkah, dengan berkata kepada penduduk Makkah : ” Wahai penduduk Makkah! Sempurnakankah sholat kalian, karena kami adalah kaum yang sedang safar ” kemudian beliau mengimami penduduk Makkah 2 rokaat, sementara setelah Rosululloh salam penduduk Makkah menyempurnakan sholat mereka.

📔مجموع فتاوى و رسائل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله📔

Majmu’ Fatawa dan Rosail Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah.

Alih Bahasa : Abu Abdillah Purwoko