ISLAM SUDAH SEMPURNA

✍Islam memiliki ajaran yang sempurna dalam mengatur kehidupan manusia. Dimulai dari hal-hal kecil dalam keseharian kita sekalipun diatur dalam Islam. Mulai kita bangun tidur di pagi hari sampai kita tidur lagi dimalam hari, semuanya tidak lepas dari Islam. Contoh kecil saja, ketika kita masuk ke kamar mandi, Islam mengajarkan kita untuk berdoa kemudian masuk dengan menggunakan kaki kiri terlebih dahulu, lalu bagaimana adab melepas pakaian, kearah mana ketika buang air, sampai bagaimana adab ketika keluar dari kamar mandi tersebut, serta masih banyak lagi. Semua tidak lepas dari ajaran Islam!

Allah berfirman,

الْيَوْمَأَكْمَلْتُلَكُمْدِينَكُمْوَأَتْمَمْتُعَلَيْكُمْنِعْمَتِيوَرَضِيتُلَكُمُالْإِسْلَامَدِينًا
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian. Dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian. Dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian”. (QS. Al- Maidah: 3)

Abdullah bin ‘Ukaim menyebutkan bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab pernah mengatakan: “Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah firman, dan sesungguhnya sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Muhammad صلىاللهعليهوسلم.
Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan. Ingatlah, bahwa semua yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah sesat”. (Al-Lalikai, 1/84)

‘Abdullah bin Mas’ud menyebutkan:
“Ikutilah dan janganlah berbuat bid’ah. Sungguh kamu sekalian telah diberi kecukupan (dalam agama kalian). Dan setiap kebid’ahan adalah sesat”. (Al-Ibanah 1/327-328, Al-Lalikai 1/86)

‘Abdullah bin ‘Umar mengatakan: “Semua yang baru dalam agama itu adalah sesat meskipun orang menganggapnya baik”. (Al-Ibanah 1/339, Al-Lalikai 1/92)

Islam memiliki ajaran yang sempurna dalam mengatur kehidupan manusia. Dimulai dari hal-hal kecil dalam keseharian kita sekalipun diatur dalam Islam. Mulai kita bangun tidur di pagi hari sampai kita tidur lagi dimalam hari, semuanya tidak lepas dari Islam. Contoh kecil saja, ketika kita masuk ke kamar mandi, Islam mengajarkan kita untuk berdoa kemudian masuk dengan menggunakan kaki kiri terlebih dahulu, lalu bagaimana adab melepas pakaian, kearah mana ketika buang air, sampai bagaimana adab ketika keluar dari kamar mandi tersebut, serta masih banyak lagi. Semua tidak lepas dari ajaran Islam!

Al-Imam Malik bin Anas mengatakan: “Barangsiapa yang berbuat satu yang baru (tidak dilakukan Rasululloh) di dalam Islam dan dia menganggapnya baik, berarti dia telah menuduh Rasulullah Muhammad telah mengkhianati risalah. Karena Allah telah menyatakan:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian. Dan telah Akucukupkan nikmat-Ku kepada kalian. Dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian”. (QS. Al- Maidah: 3)
Maka apapun yang ketika itu (di zaman Rasulullah Shallallahu‘alaihi wassalam dan para shahabatnya) bukanlah sebagai ajaran Islam, maka pada hari ini juga bukan sebagai ajaran Islam”.

Al-Imam Asy-Syaukani menyebutkan: “Sesungguhnya apabila Allah menyatakan Dia telah menyempurnakan agama-Nya sebelum mencabut ruh Nabi-Nya, maka apakah lagi gunanya segala pemikiran atau pendapat yang diada-adakan oleh pemiliknya sesudah Allah menyempurnakan agama-Nya. Kalau pendapat mereka itu merupakan bagian dari agama Islam menurut keyakinan mereka, itu artinya mereka menganggap bahwa agama Islam belum sempurna kecuali setelah dilengkapi dengan pemikiran mereka. Hal ini berarti penentangan terhadap Al Qur’an. Seandainya pemikiran tersebut bukan dari agama Islam, maka apa gunanya mereka menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan dari ajaran agama Islam.

Ayat ini adalah hujjah yang tegas dan dalil yang pasti. Tidak mungkin mereka membantahnya sama sekali selama-lamanya. Maka jadikanlah ayat yang mulia ini senjata pertama yang dipukulkan kemuka ahlul bid’ah dan untuk mematahkan semua hujjah mereka”. (Al-Qaulul Mufidhal. 38, dinukil dari Al-Luma’)

Dan firman Allah berikut ini semakin terang menjelaskan perintah mengikuti Islam yang sudah sempurna :
“Ikutilah apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan janganlah kalian mengikuti wali-wali selain Allah, sedikit sekali dari kalian yang mau mengambil pelajaran”. (QS. Al-A’raf: 3)

“Katakanlah (hai Muhammad), jika kalian (betul-betul) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali ‘Imran: 31)

“Kalau kalian mentaatinya (Nabi Muhammad), niscaya kalian akan mendapat petunjuk”. (QS. An-Nur: 54)

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah (Muhammad) suri teladan yang baik bagi orang yang mengharapkan Allah dan (pahala) hari akhirat, dan banyak mengingat Allah”. (QS. Al-Ahzab: 21)

“Dan apa yang dibawa oleh Rasul itu kepada kalian, maka ambillah dia, dan apa yang dilarang-Nya maka tinggalkanlah”. (QS. Al-Hasyr: 7)

“Maka tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Ahzab: 36)

“Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan menerima dengan sepenuhnya”. (QS. An-Nisa`: 65)
Wallohua’lam.

🍂Dinukil dari berbagai sumber (muslim.or.id, islamkaffah.com, blog. Qur’an dan sunnah.com)

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc